Manfaat Donor Darah Memang Luar Biasa

Apakah Anda pernah melakukan donor darah? Manfaat donor darah bagi tubuh memang sangat baik. Selain itu, dengan rutin melakukan donor darah, itu artinya Anda berkontribusi kepada nyawa yang membutuhkan pertolongan. Akan tetapi, ada beberapa orang yang dilarang untuk melakukan donor darah karena dikhawatirkan akan berdampak negatif, baik bagi pendonor maupun penerima donor.

Orang yang Dilarang Melakukan Donor

  1. Pernah menggunakan obat terlarang

Orang yang dilarang untuk melakukan donor yang pertama adalah yang pernah menggunakan obat-obatan terlarang. Obat-obatan ini akan berpengaruh pada darah dan sangat tidak baik untuk didonorkan. Oleh karena itu, orang yang pernah menggunakan obat terlarang tidak boleh melakukan donor, meskipun orang tersebut telah melakukan rehabilitasi dan tidak lagi menggunakannya.

  1. Mengidap penyakit seksual

Orang yang mengidap penyakit menular seksual juga tidak boleh melakukan donor. Beberapa contoh penyakit tersebut adalah sifilis dan gonore. Jika sudah menjalani masa pengobatan, sebaiknya donor dilakukan setelah 12 bulan, dihitung sejak pengobatan selesai. Hal ini dimaksudkan untuk menunggu darah menjadi netral terlebih dahulu.

  1. Pernah melakukan tindik

Selanjutnya, seseorang yang pernah melakukan tindik atau tato dilarang untuk mendonorkan darah. Ini berlaku pada beberapa bagian tubuh, antara lain hidung, lidah, pusar, dan bagian di luar telinga. Untuk bisa melakukan donor, orang itu harus menunggu hingga 12 bulan dihitung sejak ditindik atau ditato agar darah normal kembali.

  1. Sedang hamil

Ibu yang sedang hamil dilarang melakukan donor darah karena dikhawatirkan setelah donor, tubuh akan kekurangan darah dan berakibat fatal pada janin serta diri sendiri. Sebaiknya, donor dilakukan setelah kelahiran bayi berselang sekitar 6 bulan. Pada waktu tersebut, donor sudah bisa dilakukan dengan catatan kondisi ibu sudah prima.

  1. Memiliki riwayat penyakit tertentu

Ada beberapa penyakit yang membuat seseorang tidak bisa dan tidak boleh melakukan donor darah. Penyakit tersebut antara lain infeksi virus HIV dan Hepatitis. Bahkan, orang yang menderita penyakit ini tidak boleh melakukan donor untuk selamanya karena sangat berbahaya dan rentan penerima donor.

  1. Berat badan di bawah 50 kg

Setelah melakukan donor, badan biasanya akan terasa lemas karena kekurangan darah untuk sementara. Inilah yang menyebabkan seseorang yang memiliki berat badan di bawah 50 kg tidak boleh melakukan donor darah. Jika volume darah yang dimiliki terlalu sedikit, orang itu akan merasa sangat lemas dan bukan tidak mungkin justru akan menimbulkan gangguan kesehatan.

Jika benar-benar ingin melakukan donor darah, sebaiknya orang itu melakukan program penggemukan dengan mengonsumsi makanan-makanan yang bergizi. Jika berat badan sudah di atas 50 kg, orang itu sudah bisa melakukan donor darah.

Itulah tadi beberapa orang yang tidak boleh mendonorkan darahnya. Biasanya, petugas akan mengecek terlebih dahulu. Jika ada indikasi pendonor seperti di atas, maka pendonor akan ditolak.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *